oleh

Tragedi Pesta Demokrasi, 272 Pejuang Demokrasi Gugur Saat Menjalankan Tugas

MAKASSARTIMUR.COM, Jakarta- Komisi Pemilihan Umum  (KPU) menyampaikan bahwa petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara  (KPPS) yang meninggal dunia pada Pemilu 2019 hingga Sabtu (28/4/19), mencapai 272 orang, sementara itu, jumlah petugas KPPS yang  sakit selama bertugas di Pemilu 2019 telah mencapai 1.878 orang.

“Total petugas yang meninggal dan sakit mencapai 2.150 orang,” ujar Komisioner KPU, Evi Novida Ginting dalam keterangannya, (27/4/19).

Petugas KPPS yang meninggal diketahui terus bertambah, seperti diketahui, pada hari Jumat (26/4/19), data yang dicatat oleh KPU, petugas yang meninggal dunia di angka 230 orang. artinya, dalam sehari terdapat kurang lebih 42 petugas yang gugur karena bertugas untuk Pemilu 2019.

BACA JUGA  Masyarakat Maros Masih Merindukan Chaidir Syam Ketua DPRD Maros

Ketua  KPU Arief Budiman sebelumnya mengakui bahwa pelaksanaan Pemilu serentak tahun 2019 di Indonesia merupakan suatu desain pemilu yang cukup berat.

Arief menyebut desain Pemilu 2019 berat karena tahapan-tahapan Pemilu sudah diatur secara rigid dan harus dilakukan secara tepat waktu, terlebih lagi, turut ditambah dengan beban penyelenggaraan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden yang digelar dalam waktu yang bersamaan.

“Desain pemilu kita 2019 memang ini cukup berat, tahapan-tahapan pemilu harus tepat waktu. Satu-satunya kegiatan yang tahapannya diatur ketat itu tahapan pemilu,” kata Arief dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/4).

Ketua KPU  pun menyampaikan bahwa ketatnya waktu tahapan pemilu inilah yang menjadi penyebab padatnya beban kerja petugas sehingga banyaknya petugas KPPS dan pengawas Pemilu meninggal dunia di saat bertugas.

BACA JUGA  Education Expo 2019, Stand TNI AD Buka Konsultasi dan Pendaftaran Calon Prajurit

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah menyetujui usulan KPU untuk memberikan santunan kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia. Penetapan ini dikeluarkan Kemenkeu pada Kamis (25/4) kemarin.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengungkapkan santunan yang diberikan kepada petugas KPPS yang meninggal dunia sebesar Rp36 juta per orang. Angka itu sesuai dengan yang diajukan oleh KPU.

“(Santunan) sudah ditetapkan Menteri Keuangan (Sri Mulyani). (Jumlahnya) sesuai dengan yang diusulkan KPU,” tutur Askolani kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (27/4).

Kemenkeu memberikan wewenang kepada KPU dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Ini artinya, pencairan dana akan dilakukan oleh kedua lembaga tersebut.

Penulis : Fardhan NT
Editor : Adhitya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *