oleh

TKN : BPN Prabowo-Sandiaga Harusnya Terbuka Soal Real Count Paslon 02

MAKASSARTIMUR.COM, Jakarta- Real count yang dikerjakan oleh tim terpercaya  dari  Calon Presiden Prabowo-Sandiaga  mengklaim dirinya menang 62%, bahkan belakangan diklaim bisa mencapai 80%, mengungguli Capres Jokowi-Ma’ruf .

Lokasi pengerjaan real count Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno itu masih sangat  misterius dan dipertanyakan oleh kubu Jokowi-Ma’ruf Amin.

Tempat  real count  penghitungan suara itu masih misterius, ini karena penghitungannya dilakukan secara nomaden bak gerilya untuk menjaga keamanan.

Hal tersebut  dikatakan oleh Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon, kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan adalah salah satu dari sekian banyak tempat tabulasi suara real count versi BPN Prabowo-Sandi.

“Salah satu alasannya security karena itu berpindah-pindah,” ujar Fadli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (24/4/19).

BACA JUGA  Cawapres Sandiaga S Uno Menepis Tudingan Waketum Gerindra Terhadap Parta Demokrat

Dari hasil hitung-hitungan real count yang dikerjakan oleh tim terpercayanya, Calon Presiden Prabowo-Sandiaga mengklaim dirinya unggul  62%, bahkan belakangan diklaim bisa mencapai 80%, mengungguli pasangan Jokowi-Ma’ruf.

“Saya kira tidak perlu ditutup-tutupi, kalau benar terjadi dan ada, ya buka saja. Kalau tidak mau membuka, kita khawatir ternyata memang tidak ada,” ujar Direktur Komunikasi Politik TKN Usman Kansong di Posko Cemara.

Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto, memandang sekaranglah saatnya untuk terbuka satu sama lain, dengan demikian, semua pihak calon yang berlaga di Pemilu bisa bergandengan tangan untuk kepentingan bangsa.

BACA JUGA  Dukung Prabowo-Sandi, Ribuan Buruh Siap Kawal Sidang di MK

Bila tidak mau terbuka, berarti ada sesuatu yang dirahasiakan, dia heran bagaimana bisa klaim kemenangan Prabowo di Pilpres 2019 didasarkan atas sesuatu yang rahasia.

“Saatnya kita berpikir jernih bagi bangsa dan Negara, bagi yang tidak bersedia menunjukkan hasil rekapitulasinya dan tidak bersedia diaudit terbuka, sebaiknya hentikan klaim kemenangan sepihak itu,” ungkap Hasto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Penulis : Ryand
Editor : Adhitya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *