oleh

Temukan Kelemahan Situs KPU, Arik Dijemput Direktorat Tindak Pidana Kejahatan Siber Bareskrim Polri

MAKASSARTIMUR.COM, Jakarta- Remaja asal Payakumbuh, Sumatera Barat, mencari celah keamanan website KPU menjadi perhatian, remaja 19 tahun Arik Alfiki itu menemukan celah dan kelemahan pada website KPU dan melaporkan hal ke Badan Siber dan Sandi Negara. 

Arik Alfiki kemudian dijemput oleh Direktorat Tindak Pidana Kejahatan Siber Bareskrim Polri dan segera dibawa ke Jakarta untuk dimintai keterangan lebih lanjut. 

Alfons Tanujaya Pakar siber Vaksincom, mengatakan kasus Arik patut menjadi perhatian bagi kalangan peretas atau hacker, menurutnya kasus itu menjadi peringatan serius bagi peretas. 

BACA JUGA  Wakapolri Hadiri Milenial Anti Hoax

“Ini juga dapat digunakan sebagai peringatan dari pihak berwajib kepada peretas atau calon-calon peretas, untuk sedikit lebih bertanggung jawab dan berhati-hati dalam melakukan aktivitas siber,” ujarnya (24/4/19) 

Aksi yang dilakukan Arik mendapatkan kritik dari Alfons, dalam mengakses dan menemukan celah keamanan di website KPU, Arik menggunakan fasilitas di warung internet di daerahnya. Pilihan Arik untuk mengakses melalui warnet bisa berisiko baginya. 

BACA JUGA  Layangkan Gugatan ke MK, Tim Kuasa Hukum BPN Prabowo-Sandi Berharap MK Profesional

“Kalau dia akses dari warnet artinya sudah ada usaha menyamarkan diri,” kata Alfons

Alfons juga heran kenapa Arik melakukan aksi sibernya saat website KPU sedang menjadi sorotan serius di Tanah Air. Laporan yang muncul, Arik mengakses website KPU pada 18 April 2019 atau sehari usai coblosan.

Menurutnya Alfons, dengan mencoba menemukan celah keamanan saat KPU sedang menjadi perhatian dan situasi politik yang sensitif saat ini, wajar saja polisi langsung bergerak sigap mengamankan Arif.

BACA JUGA  Seorang Ayah di Jeneponto Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri

Alfons juga menambahkan “Harusnya kalau dia benar ingin menemukan celah dan bertujuan positif, ini dilakukan jauh sebelum Pemilu. Dan kalau perlu informasikan ke KPU atau pihak terkait. Khususnya saat agak genting seperti ini, di mana peretasan terhadap situs KPU berpotensi delegitimasi KPU,” tuturnya.

Penulis : Fachri
Editor : Adhitya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *