oleh

Sungai Tanralili Dibanjiri Tambang Ilegal

-Hukum-1.657 views

MAKASSARTIMUR.COM, Maros,_ Tim investigasi dan monitoring Kompak Indonesia menemukan puluhan aktivitas tambang pasir disepanjang sungai Tanralili yang tidak memiliki izin tambang alias ilegal.

Adhitya, Ketua Umum Kompak Indonesia mengakatan ” investigasi yang kami lakukan ini bukan yang pertama, sudah sering kita lakukan investigasi dan monitoring terhadap aktivitas penambangan pasir ilegal di sungai Tanralili, bahkan kami sudah berulangkali berteriak diberbagai media tapi hasilnya NOL, aparat tidak bisa menghentikan aktivitas tersebut ” ungkapnya.

“Ada apa ini? Masa penambang yang tidak mempunyai izin kok masih diberi izin untuk melakukan aktivitas tambang,” katanya.

Tidak ada satupun aparat yang berkutik mengenai penambangan ilegal di sungai Tanralili, baik pemerintah kabupaten Maros maupun aparat kepolisian tidak punya daya untuk menghentikan aktivitas tambang ilegal tersebut.

BACA JUGA  BPN Prabowo-Sandiaga Akan Berikan Pendampingan Hukum Kepada HS Pria Yang Ancam Penggal Kepala Jokowi

” Saya jadi bertanya-tanya, apakah penambangan ilegal tersebut dibackup oleh pejabat, sehingga mereka bebas? ” Jelas Adhitya

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa Negara mempunyai hak menguasai atas bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya termasuk tambang. Berdasarkan hal tersebut setiap orang yang akan melakukan pertambangan aturan mainnya wajib meminta izin terlebih dahulu dari Negara/Pemerintah.

Apabila terjadi kegiatan penambangan pelakunya tidak memiliki izin, maka perbuatannya merupakan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 158 UU No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan[4] yang berbunyi “Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah)”.

BACA JUGA  Perkelahian Berujung Maut, Daeng Salla Tewas Ditangan AR

Pemerintah Kabupaten Maros seolah melakukan pembiaran terhadap aktivitas penambangan pasir ilegal di sungai Tanralili, “Ini ada pembiaran karena mereka Pemkab Maros sudah tahu adanya aktivitas tersebut, menertibkan itu bisa mengerahkan aparatur kita, ada polisi, Pol PP, ada segala macam, tapi kenapa itu tidak dilakukan, ada apa sebenarnya ” Ungkap Ketua Umum Kompak Indonesia Adhitya

Jika ini terus berlanjut maka ekosistem yang ada di sungai Tanralili lama kelamaan akan rusak, bukan cuma itu, jalan-jalan desa akan rusak pula oleh hilir mudik kendaraan pengangkut pasir, belum lagi jika aktivitas itu memakan korban jiwa, apa pemerintah mau bertanggung jawab?

BACA JUGA  Wow...Setnov Pelesiran di Padalarang Bersama Petugas Pengawalnya

“Terakhir saya sampaikan Pemerintah Kabupaten Maros beserta seluruh aparat harus punya nyali untuk menghentikan kegiatan penambangan ilegal tersebut, jangan takut bertindak, siapapun yang membackup kegiatan tersebut tidak akan bisa lolos dari jeratan hukum khususnya Undang-undang Lingkungan” tantang Adhitya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *