oleh

Siswa SMPN 16 Makassar Yang Tidak Punya Laptop Tidak Akan di Ikutkan UNBK

MAKASSARTIMUR.COM, Makassar,_ Mendekati pelaksanaan UNBK tingkat SMP dan sederajat 22 April mendatang membuat banyak siswa yang merasa ketakutan.

Laporan dari sejumlah orang tua siswa perihal kewajiban membawa laptop kesekolah saat UNBK nanti.

Sebagian besar siswa SMPN 16 Makassar diwajibkan membawa laptop sendiri agar bisa mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

” Kalau tidak laptopmu sampai hari Senin, tidak bisa ikut ujian ” ujar seorang wali siswa yang tidak ingin namanya disebut.

Mendapatkan pengaduan dari beberapa orang tua siswa SMPN 16 Makassar, membuat Ketua Umum Kompak Indonesia Adhitya Eka Putra berkomentar pedas ” pemaksaan seperti ini telah menodai dunia pendidikan di Republik ini, khususnya di Kota Makassar ” sebutnya.

BACA JUGA  Serka La Adam Bantu Mengajar Puluhan Anak Putus Sekolah di Ujung Timur Pulau Seram

” Kalau SMPN 16 Makassar tidak sanggup melaksanakan UNBK, seharusnya pihak sekolah melaporkan hal ini ke Dinas Pendidikan Kota Makassar, bukan malah memaksa siswa-siswinya untuk membawa laptop ” jelas Ketua Umum Kompak Indonesia.

Bahkan banyak siswa yang diancam untuk tidak diikutkan UNBK jika tidak membawa laptop.

Mau kemana arah Pendidikan bangsa kita kalau hal-hal semacam ini tidak segera dihilangkan dari dunia pendidikan tanah air.

” Adik-adik kita yang akan melaksanakan UNBK tidak ada waktu lagi untuk belajar, mempersiapkan diri mereka untuk menghadapi ujian. Adik-adik kita hanya sibuk kesana kemari mencari pinjaman laptop, kasian sekali pendidikan kita kalau seperti ini” ungkap Adhitya dengan nada tinggi.

” Kadis Pendidikan Kota Makassar harus segera mengambil tindakan terhadap oknum guru SMPN 16 Makassar yang memaksa siswanya membawa laptop saat UNBK nanti, pendidik seperti ini tidak layak disebut sebagai pendidik, seharusnya jelang ujian seorang pendidik yang baik memberikan semangat kepada siswa-siswinya agar sukses pada ujian nanti, bukan malah membuat mereka ketakutan” paparnya dihadapan awak media.

BACA JUGA  Ribuan Peserta Jalan Santai Meriahkan Puncak Perayaan Milad Ke-19 Yayasan Darussalam

Bayangkan saja jika pemaksaan seperti terus terjadi bagi siswa-siswi SMP di Kota Makassar, bisa dibayangkan ada berapa ratus siswa-siswi yang terancam tidak bisa mengikuti Ujian Nasional 22 April mendatang.

Inilah salah satu program pemerintah yang meresahkan masyarakat.

Ketua umum Kompak Indonesia mengatakan akan segera menindak lanjuti laporan orang tua siswa ini ke Dinas Pendidikan Kota Makassar dan KPAI Cabang Makassar.

BACA JUGA  FK-PPKB PAUD Maros Peringati Hari Jadi Yang ke 15

” Sekali lagi saya sampaikan bahwa pemaksaan siswa yang harus membawa laptop sendiri agar bisa mengikuti UNBK harus segera dihentikan, Kadis Pendidikan Kota Makassar harus turun tangan sebelum hal ini semakin meresahkan para siswa yang akan mengikuti UNBK 22 April mendatang ” tantang Adhitya

Lembaga independen Kompak Indonesia akan segera membentuk tim monitoring terkait hal tersebut, ” kami segera bentuk tim monitoring untuk memantau siswa pada saat menjelang sampai berakhirnya UNBK, kami yakin pemaksaan membawa laptop terjadi hampir di semua SMP di Kota Makassar” jelas Adhitya. (Irwan/MT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *