oleh

Rokok Bossini Ditemukan Beredar di Sulsel dan Sulteng Dengan Menggunakan Pita Cukai SKT

MAKASSARTIMUR.COM, Makassar.– Lembaga Independen Kompak Indonesia yang bermarkas di Kota Makassar, Prov. Sulawesi Selatan melakukan investigasi terkait peredaran rokok ‘Bossini Black’ dan ‘Bossini Exclucif’ di Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Rokok Bossini Black dan Bossini Exclucif yang diproduksi di Pasuruan, Jawa Timur adalah rokok yang berjenis filter yang seharusnya menggunakan pita cukai SKM (Sigaret Kretek Mesin) namun ditemukan dilapangan menggunakan pita cukai SKT (Sigaret Kretek Tangan), sehingga Kompak Indonesia membentuk Tim Investigasi terkait peredaran rokok tersebut.

“Jika benar penggunaan pita cukai tersebut dilakukan oleh produsen ‘Bossini Black’ dan ‘Bossini Exclucif’ jelas itu adalah pelanggaran berat, namun jika itu dilakukan oleh oknum yang memalsukan produk ‘Bossini Black’ dan ‘Bossini Exclucif’ tentu pelanggarannya lebih berat lagi” ungkap Adhitya Ketua Umum Kompak Indonesia

Sementara ini Tim Investigasi Lembaga Independen Kompak Indonesia terus berjalan dan mengumpulkan sejumlah bukti-bukti terkait peredaran rokok ‘Bossini Black’ dan ‘Bossini Exclucif’ diberbagai daerah pelosok di Prov. Sulsel dan Sulteng.

Rokok Bossini Exclucif dan Bossini Black berisi 20 batang sementara pita cukainya 12 batang

“Ya, Tim Investigasi Kompak Indonesia terus mengumpulkan bukti dan data terkait peredaran rokok ‘Bossini Black’ dan ‘Bossini Exclucif’ tersebut dan akan menelusuri dari kios pengecer, agen dan distributor di 2 provinsi tersebut. Insya Allah setelah semua data dan bukti terkumpul kami akan melaporkan hal tersebut keranah hukum untuk selanjutnya diproses sesuai dengan hukum yang berlaku” jelas Adhitya kepada awak media makassartimur.com

BACA JUGA  Bupati Bantaeng Lepas Jalan Sehat di Puncak Acara MRSF

Adhitya menjelaskan bahwa peredaran rokok ‘Bossini Black’ dan ‘Bossini Exclucif’ dengan menggunakan pita cukai yang tidak sesuai jelas itu sangat merugikan negara.

Akibat dari peredaran rokok ‘Bossini Black’ dan ‘Bossini Exclucif’ dengan menggunakan pita cukai SKT mengakibatkan kerugian negara dalam hal pendapatan pajak, dimana kerugian negara akibat peredaran rokok tersebut sangat tinggi dikarenakan pita cukai SKT jauh lebih rendah dibandingkan dengan pita cukai SKM dan itu hitungannya perbatang.

BACA JUGA  Kapolda Kembali Minta Maaf, Terkait Ulah Anggotanya Yang Masuk Masjid Memakai Sepatu

“Jadi investigasi kami terus berjalan dan tim kami dilapangan telah mengantongi beberapa data dan bukti terkait peredaran rokok dengan pita cukai palsu tersebut. Nanti akan kami sampaikan ke publik terkait temuan kami dilapangan apabila sudah menuntaskan investigasi kami, investigasi ini akan kami lanjutkan ke Provinsi Sultra dimana anggota Kompak Indonesia Sultra juga telah mengantongi bukti peredaran rokok ‘Bossini Black’ dan ‘Bossini Exclucif’ dengan menggunakan pita cukai palsu” papar Adhitya

Dari berbagai penelusuran kami di internet, Lembaga Independen Kompak Indonesia juga menemukan beberapa fakta yang sama persis dengan yang terjadi dilapangan.

BACA JUGA  Dua Perempuan di Ciduk Polisi, Usai Curi Sepada Motor

Penjualan rokok ‘Bossini Black’ dan ‘Bossini Exclucif’ dengan menggunakan pita cukai SKT dipasarkan diberbagai toko online dengan gambar produk yang menggunakan pita cukai SKT.

Dipasarkan disalah satu toko online dengan gambar produk yang sama dengan temuan Kompak Indonesia

Menurut Ketua Umum Kompak Indonesia, Adhitya Eka, langkah yang tegas dari aparat sangat diperlukan agar kerugian negara akibat peredaran rokok-rokok berpita cukai palsu atau tidak sesuai dengan izin yang dimiliki dapat diminimalkan karena ini adalah kejahatan yang tidak boleh ditawar-tawar.

“Nantinya pita cukainya pun akan kami minta untuk di uji keaslianya agar dapat menetapkan siapa pelaku yang sebenarnya dari peredaran rokok ‘Bossini Black’ dan ‘Bossini Exclucif’ yang beredar diberbagai pelosok di Pulau Sulawesi” Tutur Adhitya

Penulis : Asman Masseng
Editor : Adhitya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *