oleh

Kehadiran Mesin Pemotong Padi Saat Musim Panen di Desa Kurusumange Tanpa Sepengetahuan Pemerintah Desa

MAKASSARTIMUR.COM, Maros— Musim panen sudah di depan mata bagi para petani yang ada di Desa Kurusumange dan kehadiran mesin pemotong padi dari luar daerah mulai berdatangan ke Desa Kurusumange, Kec. Tanralili, Kabupaten.

Kehadiran mesin pemotong padi atau lebih dikenal dengan sebutan “mobil passangki” oleh masyarakat Desa Kurusumange, ternyata ibarat “Jelangkung”, mereka datang tanpa dijemput dan pulang pun tidak diantar.

Saat mesin pemotong padi masuk untuk melakukan aktivitas di desa Kurusumange tidak pernah melaporkan keberadaannya kepada pemerintah setempat yakni Kepala Desa dan begitupun kembalinya mereka tidak pernah pamit kepada kepala desa, hal tersebut di ungkapkan oleh Ketua Harian LKMD Desa Kurusumange, Agus Nompo, saat berbincang-bincang dengan awak media makassartimur.com di sebuah warung kopi.

Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang tokoh masyarakat Desa Kurusumange, “mereka datang tanpa melapor ke pak desa dan pulang membawa hasil panen hingga berton-ton pun tidak pernah pamit ke pak desa” ujar tokoh masyarakat yang enggan disebutkan identitasnya tersebut.

BACA JUGA  Ketua Harian LKMD Desa Kurusumange Geram Dengan Ulah Penambang Diwilayahnya

Menurut Ketua Harian LKMD Desa Kurusumange, seharusnya mereka melapor saat akan melakukan aktivitas di wilayah Desa Kurusumange, sehingga pemerintah setempat dapat mengetahui adanya aktivitas orang dari luar wilayahnya, jangan nanti ada masalah dilapangan baru melapor ke pemerintah desa.

” Mobil Passangki yang datang dari luar daerah harusnya melaporkan diri ke pak desa sebelum melakukan aktivitasnya, agar pemerintah desa bisa mengetahui keberadaan mereka diwilayahnya atau setidaknya penyewa mesin pemotong padi tersebut bisa melaporkan terlebih dahulu kepada kepala desa, itulah yang dinamakan masyarakat tertib aturan ” jelasnya

BACA JUGA  Ketua Komunitas Biringkanaya Bersatu, Siap Menangkan Daeng Ical di Pilwali 2020

Aturan yang ada di desa Kurusumange adalah ketika ada tamu yang datang dan tinggal lebih dari 1×24 jam wajib melaporkan diri kepada RT atau kepala Dusun sebagai perpanjangan tangan kepala desa.

Ketua Harian LKMD Desa Kurusumange yang begitu peduli terhadap perkembangan Desa Kurusumange berharap agar kedepan ada Kelompok Tani di Desa Kurusumange bisa memiliki mesin pemotong padi, sehingga petani tidak perlu lagi menyewa mesin pemotong padi dari luar, sehingga stock pangan di Desa Kurusumange bisa tetap terjaga.

Menyewa mesin pemotong padi dengan imbalan padi hasil panen akan mengurangi stock pangan di Desa Kurusumange, ” bayangkan kalau mesin pemotong padi tersebut membawa hasil panen kita berton-ton keluar, betapa ruginya kita, saya berfharap nantinya instansi terkait dalam hal ini adalah Dinas Pertanian, kiranya dapat terbangun dari tidur dan melihat betapa sangat dibutuhkannya mesin pemotong padi oleh masyarakat Kurusumange” Ungkap Ketua Harian LKMD Desa Kurusumange.

BACA JUGA  Tunggangi Koptan Mandiri Dusun Tokka, Asri Diduga Lakukan Penambangan Ilegal Berkedok Cetak Sawah

Intinya harapan kami selaku mitra pemerintah desa berharap agar penyewa dan pemilik mesin pemotong padi yang datang ke Desa Kurusumange bisa menghargai pemerintah Desa Kurusumange ” kita orang bugis-makassar punya budaya ‘Sipakatau Sipakalebbi’, apa susahnya kita tetap memegang budaya tersebut demi kenyamanan dan kebaikan bersama” tutup Agus Nompo

Penulis : Saldi Jaya
Editor : Adhitya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *