oleh

ICW Rilis Data, 5 Sektor Yang Paling Banyak Dikorupsi

MAKASSARTIMUR.COM, Jakarta,_ Lima sektor yang paling banyak dikorupsi sepanjang tahun 2018 meliputi infrastruktur dan non infrastruktur rilis data ICW.

Rilis data dari ICW tersebut menempatkan Dana Desa (DD) berada di peringkat pertama yang paling banyak dikorupsi.

” Perlu adanya pengawasan yang dilakukan oleh inspektorat daerah untuk meminimalisir terjadinya korupsi anggaran desa,” ujar peneliti ICW Wana Alamsyah. (7/2/2019).

Ada 49 kasus korupsi anggaran desa di bidang infrastruktur yang merugikan negara Rp 17,1 miliar. Selain itu, 47 kasus korupsi dana desa non-infrastruktur yang merugikan negara Rp 20 miliar, menurut rilis data ICW.

BACA JUGA  Demokrat Geram Diminta Keluar Dari Koalisi, Sebut Angka 62 Persen 'Angka Halu'

Sebanyak 44 kasus di sektor pemerintahan yang tidak terkait infrastruktur. Kasus tersebut merugikan negara Rp 260 miliar.

Selanjutnya korupsi di sektor pemerintahan. Berdasarkan data ICW, ada 13 kasus di sektor pemerintahan yang berkaitan dengan infrastruktur. Kasus tersebut merugikan negara Rp 26,6 miliar.

Diperingkat ketiga yakni korupsi yang terkait pendidikan. Ada 15 kasus terkait infrastruktur pendidikan yang merugikan negara Rp 34,7 miliar.

BACA JUGA  Mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) George Toisutta Dimakamkan di TPU Dadi Makassar

Ada 38 kasus di sektor pendidikan non-infrastruktur yang merugikan negara Rp 30 miliar.

Selanjutnya diperongkat keempat yang paling banyak dikorupsi adalah sektor transportasi. Ada 23 kasus pada sektor transportasi bidang infrastruktur yang merugikan negara Rp 366 miliar.

Kemudian, ada 9 kasus korupsi sektor transportasi non-infrastruktur yang merugikan negara Rp 104 miliar.

Menempati posisi kelima yang paling banyak dikorupsi yakni korupsi sektor kesehatan. Menurut ICW, ada 5 kasus infrastruktur kesehatan yang merugikan negara Rp 14,5 miliar.

BACA JUGA  Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso Kukuhkan Sekber dan Satgas Prabowo-Sandi Sulsel

Ada pula 16 kasus di sektor kesehatan non-infrastruktur yang merugikan negara Rp 41,8 miliar.

Penulis : Ryand
Editor : ADT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *