oleh

Hasto Kristiyanto Sekjend PDIP di Tantang Jubir BPN Untuk Dukung Terbentuknya TPF Kecurangan Pemilu 2019

MAKASSARTIMUR.COM, Jakarta- Andre Rosiade, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, melayangkan tantangan kepada Tim Kampanye Nasional Joko Widodo atau Jokowi-Ma’ruf Amin untuk mendukung terbentuknya Tim Pencari Fakta (TPF) kecurangan Pemilu 2019. Andre secara khusus menujukan tantangannya kepada Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Hasto Kristiyanto.

“Saya tantang Hasto berani enggak bikin tim pencari fakta,” kata Andre kepada wartawan, Sabtu, 27 April 2019.

Jubir BPN Prabowo-Sandiaga tersebut menyampaikan tantangan ini kepada Hasto lantaran Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu yang sebelumnya menantang BPN Prabowo-Sandiaga. Hasto menantang kubu Prabowo membuka data perhitungan formulir C1 yang dimiliki BPN.

BACA JUGA  Seputar Ramadhan : Tetapkan 1 Ramadhan 1440 Hijriah, Kemenag Gelar Sidang Isbat 5 Mei 2019, Pukul 16.00 WIB

Andre menyampaikan TPF itu bertujuan mengungkap kecurangan yang terjadi sebelum pencoblosan, saat pencoblosan, hingga pascapencoblosan pemilihan Pemilu 2019, dia juga menyebut Hasto semestinya berani jika memang kubunya tidak curang.

“Saya tantang Hasto, Anda berani enggak menerima itu. Kalau Anda enggak curang pasti berani,” kata politikus Partai Gerindra ini.

Jubir BPN Prabowo-Sandiaga, Andre juga mengatakan TPF itu nantinya bisa berisikan perwakilan TKN, BPN, Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. Kemudian perwakilan organisasi masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, pakar, pengamat, hingga mahasiswa.

Kubu Prabowo-Sandiaga saat ini tengah mendorong dibentuknya TPF kecurangan pemilu.

Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said, menambahkan bahwa kubunya ingin berbagai temuan dugaan kecurangan pemilu diungkap dengan jelas.

BACA JUGA  Ibrahim Saleh Belusukan ke Villa Mutiara Elok

“Ketika ada civil society, pihak independen yang usulkan bentuk TPF, kami menyambut baik,” kata Sudirman di Media Center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 26 April 2019.

Sudirman juga mengklaim koalisi Prabowo-Sandiaga amat prihatin dengan maraknya kecurangan yang terjadi di banyak daerah. Dia mencontohkan banyaknya kasus pemungutan suara ulang (PSU) di berbagai daerah, pencoblosan surat suara di Malaysia, pembakaran surat suara di Papua, dan sebagainya.

Sudirman juga mengungkit data daftar pemilih tetap (DPT) yang menurut BPN bermasalah.

BACA JUGA  H. Usman Silaturahmi Dengan Tokoh Masyarakat Bakung

Dari awal sebelum pemilu, BPN berkali-kali menyebut ada 17,5 DPT janggal lantaran bertanggal lahir sama di 31 Desember, 1 Juli, dan 1 Januari.

meski demikian, Sudirman mengklaim sikap mendukung TPF ini tak berkaitan dengan menang atau kalahnya Prabowo-Sandiaga, dia mengatakan persoalan kecurangan harus diungkap demi pemilu yang bersih dan demokrasi yang sehat.

“Apa pun hasilnya (menang atau kalah), soal-soal ini harus diangkat ke permukaan sebagai bentuk pertanggungjawaban kita sebagai pelaku demokrasi kepada rakyat,” katanya

Penulis : Ryand
Editor : Adhitya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *