oleh

Fantastis…. Pencanangan Hari Budaya Kota Makassar, Orang Tua Siswa Tidak Mampu Harus Ngutang

Makassar,_1 April 2019 Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Kebudayaan Makassar mencanangkan Hari Kebudayaan Kota Makassar.

Di sekolah, guru-guru dan siswa juga akan memakai pakaian adat, serta membawa makanan-makanan tradisional untuk dikonsumsi bersama.

Ketua Umum Kompak Indonesia, Adhitya memberikan kritik pedas terkait pencanangan hari budaya kota Makassar.

Menurutnya Pencanangan hari budaya Kota Makassar itu bagus tapi ada yang tidak disadari oleh Pemkot Makassar, dengan diwajibkannya seluruh siswa-siswi di kota Makassar untuk memakai baju adat itu merepotkan para orang tua siswa khususnya orang tua siswa yang tidak mampu.

” Bayangkan saja diakhir bulan sebagian besar orang tua siswa khususnya yang tidak mampu sudah tunggang langgang untuk mencukupkan kebutuhan hidupnya, harus dibebankan menyiapkan pakaian adat untuk untuk pencanangan hari budaya Kota Makassar, baju adat itu harus disewa dengan harga 60.000 rupiah” jelaskan

BACA JUGA  Usai Reuni Akbar SMP 16 Makassar, Alumni Angkatan 98 Kian Kompak

Banyak orang tua siswa yang mengeluhkan hal tersebut dan harus mencari utangan agar bisa menyewa baju adat, ditambah lagi siswa diwajibkan untuk membawa kue tradisional, tentunya hal ini bukan kebijakan yang berpihak kerakyat kecil, ungkap Ketua Umum Kompak Indonesia.

” Seharusnya Pencanangan hari budaya Kota Makassar ini hanya diwajibkan kepada Instansi Pemerintah, BUMN, BUMD, Perhotelan dan Perusahaan Swasta yang ada di kota Makassar, tidak usah melibatkan siswa-siswi disekolah untuk mengenakan pakaian adat, kecuali siswa yang mampu mungkin bisa diwajibkan mengenakan pakaian adat” tutur Adhitya.

BACA JUGA  Serka La Adam Bantu Mengajar Puluhan Anak Putus Sekolah di Ujung Timur Pulau Seram

Sittiara dalam ungkapannya di salah satu media online mengatakan “Di sekolah nanti pakai adat Bugis Makassar Mandar Toraja, dan kita harapkan hari itu pelajaran terkait sejarah dan budaya Sulsel. Kami himbau juga agar ada makann tradisional di sekolah, supaya mereka tahu apa yang menjadi budaya kita,” imbuhnya

Dimintai tanggapannya terkait pernyataan Sittiara tersebut, Adhitya mengakatan bahwa ” mengenalkan budaya daerah bagi anak-anak sekolahan itu baik tapi sebagai pemerintah kita juga harus peka terhadap masyarakat kita, jangan buat masyarakat berasumsi macam-macam dengan kebijakan tersebut” ujarnya.

BACA JUGA  Alumni SMPN 2 Makassar Ngumpul Kembali Berbagi Cerita dan Tawa, Setelah 38 Tahun Terpisah

Pencanangan Hari Budaya Kota Makassar besok (1/4/19 red) membuat kaum ibu di Kota Makassar sibuk mencari pinjaman uang sewa baju adat dan belum lagi harus sibuk mencari tempat penyewaan baju adat, inilah gambaran unik dari keinginan Pemerintah yang dipaksakan demi mencapai sebuah prestise yang mengorbankan masyarakatnya, jelas Adhitya kepada awak media.

Penulis : Irwan
Editor : Andi Herman Rala

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *