oleh

Doktor Andalanku Tawarkan Solusi, Bukan Resesi

MAKASSAR TIMUR.COM, Jeneponto,_ Doktor Andalanku, begitu yang tertulis di alat peraga kampanye milik DR. Natsar Desi, politisi partai Gerindra Sulsel ini.

Berbekal pengalaman organisasi dan politik yang dimilikinya Doktor Andalanku, membuatnya yakin bisa meraih satu kursi di DPRD Sulsel pada pileg 2019 mendatang.

Natsar maju jadi caleg DPRD Provinsi Sulawesi Selatan karena menurutnya masih banyak hal yang perlu dibenahi.

” Saya mantan aktivis, banyak yang harus dibenahi, khususnya di parlemen Sulsel”ujar Natsar.

BACA JUGA  DKPP-RI Apresiasi Kegiatan Apel Siaga Bawaslu Maros.

Aktivis 98 ini mengatakan ” saya sudah sering berteriak, menggedor di luar sistem, mencoba memperbaiki dari luar, ternyata semua itu tidak efektif, sekarang saatnya untuk saya masuk kedalam sistem dan memperbaiki dari dalam” katanya

Caleg partai Gerindra daerah pemilihan Sulsel IV, nomor urut 2 ini menambahkan ” ada pergeseran moril dalam parlemen, hakikat wakil rakyat sebagai entitas pelayan, kini bertransformasi menjadi tuan, boss besar” tambah Natsar

” Berkhidmat untuk kemaslahatan rakyat secara luas, ternyata hanya memperkaya diri sendiri dan golongan, terpilihnya diri sebagai anggota dewan, adalah perwujudan kontrak sosial antara diri, rakyat dan negara” jelas DR. Natsar Desi

BACA JUGA  Perhitungan Suara Sementara Pileg Kabupaten/Kota di Sulsel, Soppeng 100 Persen, Makassar dan Jeneponto Data Belum Tersedia

Menurut Doktor Andalanku ” sebuah siklus amanah adalah memberi solusi bukan masalah, selama ini justru terbalik, Anggota Dewan tampil sebagai pemberi masalah bukan solusi” ungkapnya.

Yang terakhir dan yang terpenting adalah sebagai anggota legislatif kita harus tahu betul fungsi, tugas dan wewenang kita sebagai wakil rakyat, lalu menterjemahkannya dengan baik sesuai perkembangan zaman tetap harus disesuaikan dengan daerah pemilih, tentu itu beda-beda tapi intinya adalah anggota dewan harus kreatif, kreatif menyerap aspirasi masyarakat, kreatif memberi solusi dan kreatif melayaninya, tutup DR. Natsar Desi

Penulis : M. Fardhan NT
Editor : Adhitya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *